tersebutmerupakan hak yang melekat pada manusia sebagai insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, atau hak-hak dasar yang prinsip sebagai anugerah ilahi yang karena hak-hak itu manusia bersifat luhur dan suci (Syafig A. Mughni, 2007). Saudara mahasiswa, dalam Kegiatan Belajar 1 ini kita akan membahas tentang pengertian Hak Asasi Manusia
TugasPancasila individu ke-1 Membuat konten digital ilmiah terkait implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai insan imgrasiNam. Pada sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa nilai-nilai yang terkandung dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di antaranya adalah.
mempunyaitujuan mempersiapkan mahasiswa sebagai calon sarjana yang berkualitas, berdedikasi tinggi, dan bermartabat agar: 1. Menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Sehat jasmani dan rohani, berakhlak mulia, dan berbudi pekerti luhur. 3. Memiliki kepribadian yang mantap, mandiri, dan bertanggung jawab
Sehinggamampu membentuk dan melahirkan insan-insan politisi yang berkualitas, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berpihak kepada rakyat dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesungguhnya tekat bulat perjuangan Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah mewujudkan bangsa Indonesia menjadi masyarakat adil dan makmur.
Olehkarena itu setiap individu yang hidup dalam suatu bangsa adalah sebagai mahluk Tuhan maka bangsa dan Negara sebagai totalitas yang integral adalah berketuhanan, demikian pula setiap warganya juga Berketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan Ketuhanan yang Maha Esa sebagaimanaterdapat dalam UUD 1945, telah memberikan sifat khas kepada Negara
Sesuaidengan pengertian sila Ketuhanan Yang Maha Esa, setiap manusia Indonesia sebagai rakyat dan warga negara Indonesia, diakui sebagai insan beragama berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Paham Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pandangan dasar dan bersifat primer yang secara substansial menjiwai keseluruhan wawasan kenegaraan bangsa Indonesia.
MakalahFilsafat Pendidikan. Fitrah manusia adalah sebagai makhluk ber-tuhan, individual, sosial, dan unik. Seseorang mungkin mempunyai kebutuhan yang sama atau berbeda dengan kebutuhan orang lain pada suatu ruang dan waktu tertentu. Untuk memelihara dan mengembangkan kehidupan manusia, kebutuhan-kebutuhan itu perlu dipenuhi.
5vUO. 0% found this document useful 0 votes818 views10 pagesDescriptionIndividu Sebagai Insan Tuhan Yang Maha EsaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPPTX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes818 views10 pagesIndividu Sebagai Insan Tuhan Yang Maha EsaJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Modul 2 Materi dan Pembelajaran Individu sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa, Makhluk Sosial dan Warga Negara Indonesia M. KHANIF YUSMAN, M,Pd Individu sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa INDIVIDU in-dividere tidak dapat dibagi-bagikan/ manusia yang berdiri sendiri & perorangan. Manusia merupakan penjumlahan daripada kemampuan tertentu yang bekerja sendiri makan & berkembang biak, sensitif. Aristoteles Manusia terdiri atas zat rohaniah + zat material Descartes. Manusia mrpkn satu kesatuan jiwa raga sebagai keseluruhan, jika mengamati bukan hanya melihat tetapi dipengaruhi oleh niat & kebutuhanWilhelm Wundth Bagian manusia • Fisik konkret Raga/ jasmani • Nonfisik abstrak Jiwa/ rohani Sandangn, pangan, papan Keamanan, kepercayaan & keyakinan Fokus materi warga negara yang menganut agama Setiap ajaran agama menuntut berperilaku baik dalam kehidupan secara horizontal disamping dalam bentuk ibadah vertikal sesuai dgn keyakinannya Kewajiban ibadah ritual semua agama yaitu mengabdi kepada Tuhan sebagai pencipta • ISLAM Masjid “belum sempurna iman seseorang, kalau ksh syng kpd orang belum sama dgn ksh syng kpd dirinya” “ciri orang yang beriman orang yg mencitai negaranya. • KRISTEN & PROTESTAN Gereja “Tuhan menciptakan manusia untuk kebahagiaan manusia, dosa menghancurkan kebahagiaan manusia & yesus kristus pembebas manusia dari dosa • HINDU Klenteng Sloka Moksartham jagat hitaca iti, tujuan agama ialah tercapainya kesejahteraan dunia & kebahagiaan spiritual. catur purusa artha 4 tujuan hidup manusia 1. Dharma; kebenaran menurut agama, hukum & ilmu pengetahuan 2. Artha; kebendaan, kekayaan, harta benda sandang, pangan, papan & keperluan hidup 3. Kama; kenikmatan/ kepuasaan hidup 4. Moksa; kebahagiaan kekal abadi BUDHA Pura 4 sifat luhur hati nurani manusia Catur Paramitha 1. Metta/ maitri; cinta kasih universal 2. Karuna; belas kasihan/ kasih sayang 3. Mudita; simpati 4. Upekha; batin yg teguh & seimbang Bagaimana menciptakan individu menjadi umat yang taat & menghargai orang lain dalam kondisi keyakinan agama yang berbeda??? Esensi nilai & moral taqwa, toleran, rukun, kerjasama & saling menghormati Kelangsungan Kehidupan Keagamaan di Indonesia Pembukaan UUD 1945 alinea 2 “ atas berkat rahmat....” Sila pertama Pancasila, tercantum pada alinea 4 pembukaan UUD 1945 UUD 1945 ps. 29 1 & 2 Dijabarkan dlm GBHN 1999-2004 KUHP ps. 156 a KUHP ps. 175 Individu sebagai Makhluk Sosial Benarkah manusia sebagai makhluk sosial ?? Manusia dengan ketidakberdayaan ketika lahir hingga dewasa secara naluriah manusia tidak dapat hidup menyendiri sehingga memerlukan hubungan dengan orang lain melalui aktivitas komunikasi Kecenderungan hasrat manusia untuk hidup serasi sebagai umpan balik yaitu - Berkeinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya - Berkeinginan menjadi satu dengan alam sekelilingnya Soerjono Soekanto, 1990 Dengan menggunakan pikiran, perasaan & kehendaknya manusia dapat menghadapi & menyesuaikan diri dgn lingkungan di sekelilingnya. • ALAM udara dingin, alam yg kejam > rumah & pakaian • SEHAT > makan sebagai hasil alam Kondisi & situasi lingkungan alam Faktor motivasi bekerja sama dengan Orang lain Kelompok sosial himpunan / kesatuan manusia yang hidup bersama Bagaimana individu hidup bersama di masyarakat??? Manusia merupakan anggota suatu kelompok yg memiliki kesamaan dan perbedaan kepentingan norma / aturan Sesuai dgn hak & kewajiban NILAI dlm masyarakat, Harold Lasswell 1. Kekuasaan 5. ketrampilan skill 2. Pendidikan enlightment 6. kasih sayang affection 3. Kekayaan wealth 7. kejujuran & keadilan 4. kesehatan well-being 8. keseganan respect Apa yg disebut Masyarakat? Suatu sistem hubungan-hubungan yang ditertibkan, Robert Mac Iver Sekelompok manusia yang hidup bersama & bekerja sama to memuaskan keinginan bersama, Harold J. Laski Implikasinya bagaimana individu dapat hidup secara harmonis Esensi nilai dan moral individu sebagai makhluk sosial saling menghargai, Persamaan derajat, kasih sayang, ramah tamah, serasi, adil, cinta dan tenggang rasa Individu sebagai Warga Negara Indonesia NEGARA Suatu organisasi suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat Miriam Budiardjo Suatu masyarakat yg mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah Max Weber “suatu organisasi yg memiliki wewenang yg bersifat memaksa, monopoli & mencakup semua untuk mengendalikan persoalan bersama an. rakyatnya/ warga negaranya” Apa saja hak & kewajiban warga negara? PASAL & AYAT 27 ayat 1 KEWAJIBAN WARGA NEGARA Menjunjung hukum & pemerintahan HAK WARGA NEGARA Kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan 27 ayat 2 Atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan 28 1. 2. 3. 29 ayat 2 1. 2. 30 ayat 1 Usaha pembelaan negara Berserikat Berkumpul Mengeluarkan pikiran lisan & tulisan Memeluk agama Beribadah sesuai agama Usahan pembelaan negara 31 ayat 1 Mendapat pengajaran 34 Fakir miskin & anak anak terlantar dipelihara oleh negara SIKAP & PERILAKU WARGA NEGARA ? Cogan, 1998 kategori warga negara Harus memiliki identitas/ jati diri seuai ideologi negaranya. Memiliki hak tertentu yang dijamin oleh pemerintah Memiliki kewajiban untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dgn kepentingan publik & tanggung jawab. Memiliki tanggung jawab demi kepentingan umum Memiliki sikap menerima nilai-nilai dasar kemasyarakatan Menghadapi abad 21, warga negara perlu memiliki karakteristik, ketrampilan & kompetensi yaitu Kemampuan mengamati masalah & tantangan sebagai anggota masyarakat global. Kemampuan bekerja sama Kemampuan memahami, menerima dan toleran terhadap budaya Kemampuan berfikir kritis & sistematis Mampu menyelsaikan konflik tanpa kekerasan Mampu mengubah gaya hidup Peka terhadap HAM Kesadaran & kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan politik Konteks Individu sebagai Warga Negara Indonesia • Pengetahuan kewarganegaraan civic knowledge • Kecakapan kewarganegaraan civic skills • Watak kewarganegaraan civic dispositions Margaret 1999, 3 komponen warga negara demokrasi di AS 1. Nilai kewarganegaraan civic virtue 2. Karakter dan komitmen 3. Karakter warga negara yang konduktif Partisipasi warga negara 1. Memimpin dan mengelola kelompok 2. Memonitor kebijakan publik & mempengaruhi kebijakan publik 3. Pengetahuan kewarganegaraan civic knowledge
p>Humans and nature are two of the many symbols of the manifestation of God’s love for the universe He created. The form of God’s love for the universe is an indisputable reality because before God created humans, he also thought and understood the survival of human beings in the realm of life as a form of symbiotic relationship between human and natural. All human needs have been fulfilled and provided by God through the supply of natural resources, and vice versa God is preparing humans to help maintain the balance of the universe, both physical, biological and socio-cultural elements. The concept of Tri Hita Karana is the root of people’s happiness in Bali. As a philosophy of life for Balinese people who still exist in the community in Bali, it is also used as a model of happiness in other countries in the world. This concept is a very simple to be implemented in everyday life. Because Tri Hita Karana etymologically is derived from three syllables, Tri which means “three”, Hita means “happiness” and Karana which means “cause”. The three causes of happiness consist of Parahyangan, Palemahan and Pawongan. The relation of God’s relationship with nature according to the Hindu perspective is God as a symbol of the bhuana agung and bhuana alit. God as a symbol of the bhuana agung universe is a manifestation of the contents of the universe while God as a symbol of the bhuana alit can be realized that God exists and lives in every human being. individu sebagai insan tuhan yang maha esa